It is My Mind Talks

when tongue cannot speak but fingers replace its role

  • Almost being twenty two (?)

    Almost being twenty two (?)

    Almost being twenty two (?)

    Gue dan teman teman sepantaran sekarang udah ada yg memasuki usia 22 atau menjelang usia tersebut.
    Age is just a matter of number for me.
    Ada 1 hal lagi yang mulai keliatan di kalangan kita sekarang.
    “Mau lulus kuliah jadi apa?”
    Jawaban atas pertanyaan ini terbagi dua kelompok umum:
    1. Cari kerjaan apa aja, mau gak sama dengan jurusan kuliah, yang penting menghasilkan duit. Apa apa diukur dengan uang. Mau nyari kerjaan ini, tanya gajinya dulu berapa. Liat temen lain kerjaannya bagus, ditanya juga gajinya berapa. Miris, masih muda otaknya cuma diisi dengan duit. Tapi gue gak ngomongin orang yg punya financial problem ya. Itu Tuhan memang memberi cara lain.
    2. Cari pekerjaan yang sesuai dengan ilmu kita, yang mengembangkan apa yang udah dipelajarin. Atau cari kerja sesuai minat kita, meski menyimpang dari jurusan kuliah, but she/he has found its life passion. Intinya mereka mencari pengalaman kerja dan pengembangan diri. Sejauh pengamatan gue, orang orang macem ini punya pemikiran yang lebih luas, segudang pengalaman yang bikin gue kagum dan menciptakan atmosfer yang enak. Masalah gaji mereka kurang peduli, yang penting cukup buat makan dan ongkos. Tapi kenyataannya orang2 seperti ini yang punya gaji jauh lebih besar dari kelompok 1 karena mereka mengembangkan diri mereka semakin baik, sehingga orang lain mengapresiasi mereka dengan cara yang setimpal juga.

    Gue termasuk kelompok 2 yang belum bergaji. Tapi emang gue akan mencari kerjaan yang seperti itu, sesuai dengan minat kita. Kebayang dong kalo kerja cuma nyari duit doang, motivasinya sempit banget. Kalo tempat kerja kita gak nyaman meski gaji gede, ya tetep aja gak enak. Buat gue mencari pengalaman itu penting. Baik untuk pengembangan diri ataupun buat dibagi ke orang lain nantinya.
    Bukan berarti orang orang kelompok 1 gak pinter. Mereka hanya kurang bijak.
    Apalagi masih muda, jangan hidup terikat dengan uang.
    Kalo masih mudanya aja udah nafsu uang, gimana ntar pas tua? Akar akar korupsi mungkin ada.
    Sebab ada tertulis: akar kejahatan adalah cinta akan uang

    Jadi gue konklusiin lagi, carilah passion hidup. Mungkin gak semulus kerjaan orang lain. Tapi kalo lo kerjain dgn passion, lo akan lebih menikmati hidup.
    Salam zupeeeerr!
    LOL

  • Bahasa Indonesia memberikan kata terbaik untuk cinta yaitu Kasih yang berarti memberi.
    Mengasihi = melakukan kasih = memberi
    Karena kasih memang seharusnya memberi dengan ketulusan hati

  • "Bang, kemaren kak jupi sm bang david 4 tahunan. Kak jupi dikasih dibikin kue gitu" (nunjukkin foto di path)
    “Iya tahu kok, ntar kita gak usah ngapa ngapain ya. Doa aja cukup”
    “….”

    In other scene,
    “Bentar lagi setahunan ya dek?”
    “Iya bang, mau kasih apa?”
    “Gak kasih apa apa”
    “Ah elah, kasih apa kek bang. Bunga gitu, kue, apalah”
    “Aku gak bisa romantis, dek”

    Yahh, jujur nih orang. Terima terima ajalah.
    Toh belum berpenghasilan juga

  • Dalam sebuah hubungan, masing masing punya kelebihan dan kekurangan. Kelebihan baik fisik atau karakter mungkin akan membuat kita lebih nyaman. Tapi kekurangan justru bs memicu kerenggangan karena membuat kita nyaman. Lalu kita memikirkan cara mengubah kekurangan mereka untuk menjadi sesempurna yang ada dalam pikiran kita. This condition will not work out. Justru ketika mereka berubah menjadi sosok yang kita inginkan, they will not be who they really are. Akhirnya malah kita akan kehilangan sosok yang dulu dengan apa adanya dia, tetap kifa cintai.
    See? Relationship will work out if you accept and love your partner’s weaknesses. Susah emang, tp kita bukan Tuhan yang sempurna. Diri kita aja masih ada kekurangannya, tp but we love ourself. So, learn to love your partner’s weaknesses :)

  • Terkadang benar kata seorang teman.
    “Gak penting apa yang dilakuin, yang penting sama siapa”
    Kalo dipikir pikir emang benar, we just want to spend good times with good people so we can make good memories.
    Though we also have bad ones, but we will still to choose the good one to be remembered